PENYESUAIAN DIRI DAN KES. MENTAL
- Penyesuaian diri dapat diartikan sebagai suatu proses yang melibatkan respon-2 mental dan perbuatan individu dalam upaya memenuhi kebutuhan-2 dan mengatasi ketegangan, frustrasi dan konflik dengan memperhatikan norma-2 atau tuntutan lingkungan dimana individu itu hidup (Schneiders).
- Penyesuaian diri terdiri dari :
- Penyesuaian Yang Normal, memiliki karakteristik :
- Absence of exessive emotionality.
- Absence of psychological mechanisme (rationalisasi, agresi, kompensasi dsb).
- Absence of the sence of personal frustration.
- Rational deliberation and self-direction.
- Ability to learn
- Utilization of past experience.
- Realistic, objective attitude
- Penyesuaian Yang Menyimpang.
Proses
pemenuhan kebutuhan atau upaya pemecahan masalah dengan cara-2 yg tidak wajar
atau bertentangan dengan norma yg dijunjung tinggi oleh masyarakat, ditandai
dengan respon-respon sbb. :
- Defence Reaction (reaksi bertahan), respon yang tidak disadari, yang berkembang dalam struktur kepribadian individu dan menjadi menetap, sebab dapat mereduksi ketegangan dan frustrasi dan dapat memuaskan tuntutan-tuntutan penyesuaian diri.Mekanisme pertahanan diri itu berbentuk :
- Kompensasi, menutupi kelemahan dalam satu hal dg cara mencari kepuasan dalam bidang lain.
- Sublimasi, mengganti kelemahan atau kegagalan dg kegiatan yang mendapatkan pengakuan masyarakat.
- Proyeksi, melemparkan sebab kegagalan dirinya kpd pihak lain.Faktor yang melatar belakangi mekanisme pertahanan :
- Inferiority, perasaan atau sikap rendah diri dg gejala :
- Peka terhadap kritikan orang lain.
- Sangat senang terhadap pujian atau penghargaan
- Kurang senang untuk berkompetensi
- Senang menyendiri, pemalu dan penakutInferiority dipengaruhi oleh :
- Kondisi fisik sep. kerdil, cacat, sakit-sakitan dsb.
- Psikologis sep. IQ idiot, embisil, debil.
- Kondisi lingkungan yang tidak kondusif sep. keluarga tdk harmonis, kemiskinan, perilaku keras dari ortu.
- Sense of Inadequacy (perasaan tidak mampu)
- Sense of Failure (perasaan gagal)
- Sense of Guilt (perasaan bersalah).
- Agresive Reaction dan Delinquency.Agresive reaction adalah bentuk respon untuk mereduksi ketegangan dan frustrasi melalui media tingkah laku yang merusak, menguasai atau mendominasi.Deliquency adalah tingkah laku individu atau kelompok yang melanggar norma moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, yang menyebabkan terjadinya konflik antara individu dengan kelompok atau masyarakat.Karakter perilaku atau sikap agresif (M. Surya) :
- Selalu membenarkan diri sendiri.
- Mau berkuasa dalam setiap situasi.
- Mau memiliki segalanya.
- Bersikap senang mengganggu orang lain.
- Menggertak dengan ucapan atau perbuatan.
- Menunjukkan sikap bermusuhan secara terbuka.
- Menunjukkan sikap menyerang dan merusak.
- Keras kepala.
- Bersikap balas dendam.
- Memperkosa hak orang lain.
- Bertindak serampangan (impulsif)
- Flight from Reality Reaction,Refleksi perasaan jenuh, putus asa dan kecemasan dalam menghadapi kenyataan. Bentuknya :
- Banyak berfantasi/melamun.
- Banyak tidur atau tidur patologis.
- Minum-minuman keras.
- Intensi bunuh diri.
- Menjadi pecandu psikotropika
- Regresi
- Flight into Illness/Pathologis, penyesuaian yg pathologis : Neurosis atau the struggle with anxiety, kondisi emosi yang salah-suai dlm mana gejala-2 yg muncul disebabkan oleh tekanan dari luar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar