KESEHATAN MENTAL DLM KELUARGA &
MASYARAKAT
Kesehatan Mental dalam Lingkungan
Keluarga dipengaruhi oleh :
- Kebiasaan, sikap hidup dan filsafat hidup keluarga, misalnya :
- Kebiasaan orangtua yang temperamental → defec temperamen dan demoralisasi phisik dan psikis.
- Kualitas rumah tangga → delinquensi dan kriminalitas anak, mental disorder pada anak, inferior , giving-up dsb.
- Dsb.
- Kondisi Sosial-Ekonomi Keluarga → mendorong perilaku kriminal dan a-susila karena ambisi material.
- Struktur Keluarga yang abnormal, seperti :
- Tidak disadarinya fungsi masing-masing anggota keluarga.
- Intimasi anggota keluarga yang renggang.
- Perilaku orangtua yang tidak mencerminkan teladan yang baik.
- Orangtua tidak mempunyai relasi simbiotik dengan anak.Keluarga yang memproduksi anak menjadi neurotik :
- Keluarga yang menuntut kepatuhan total anak → pengembangan mekanisme pertahanan ego (represi, deniel atau penyangkalan, displecement atau pemindahan pemuasan kebutuhan impuls, proyeksi dsb).
- Dominasi, kekuasaan mutlak dan sikap otoriter orangtua → agresi pada anak, neurotik, illusif, delusif dsb.
- Konflik orangtua → tidak merasa aman di lingkungan keluarga → giving-up, proyeksi, fixatie dsb.
- Pola hidup orangtua yang tidak konstan dan tidak stabil → splitted personality, multiple personality yang neurotik.Pengaruh Keluarga terhadap kesehatan mental.
- Keberfungsian KeluargaMenurut Stinned dan John de Frain
- Terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga
- Tersedianya waktu bersama dalam keluarga
- Terciptanya komunikasi yang baik antar keluarga
- Saling menghargai antar sesama anggota keluarga
- Ikatan kekerabatan yang erat dan kuat
- Mengutamakan kepentingan keluarga diatas kepentingan pribadiMenurut Alexander A. Schniders :
- Minimnya perselisihan antar orangtua atau orangtua-anak
- Ada kesempatan untuk saling menyatakan keinginan
- Penuh kasih sayang
- Penerapan disiplin yang tidak keras
- Ada kesempatan bersikap mandiri dlm berfikir dan berperilaku
- Saling menghormati dan menghargai antara orangtua & anak.
- Ada musyawarah keluarga dlm memecahkan kesulitan.
- Terjalin kebersamaan dalam keluarga
- Emosi orangtua stabil
- Ekonomi kecukupan
- Mengamalkan nilai-nilai moral dan agamaMenurut Dadang Hawari, anak yang dibesarkan dalam keluarga yg mengalami disfungsi mempunyai resiko lebih besar akan terganggu tumbuh kembang jiwanya. Ciri keluarga yang mengalami disfungsi :
- Kematian salah satu atau kedua orangtua
- Kedua orangtua bercerai (divorce)
- Hubungan kedua orangtua tidak baik (poor marriage)
- Hubungan orangtua dengan anak tidak baik (poor parent-child relationship)
- Suasana rumah tangga yang tegang dan tanpa kehangatan
- Orangtua sibuk dan jarang di rumah
- Salah satu atau kedua orangtua mempunyai kelainan kepribadian.
Menurut Stephen R. Covey, perubahan situasi
keluarga yang menyebabkan disfungsi itu adalah :
- Anak yang lahir dari hubungan yang tidak syah (1997 anak yg lahir di luar nikah meningkat 400 %).
- Single Parent (anak asuhan single parent berlipat ganda).
- Perceraian (gugatan istri 68 % dan diceraikan suami 32 %).
- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT meningkat).
- Seks bebas dan komersialisasi seks meningkatHubungan Karakteristik Emosional dan Pola Perilaku Keluarga thdpStruktur Kepribadian Remaja (Peck Loree) :
- Remaja yang memiliki ego strenght (kematangan emosional, perilaku rasional, persepsi diri dan sosial yang akurat) berhubungan dg lingkungan keluarga yang saling mempercayai dan menerima.
- Remaja yang memiliki superego strenght berkaitan erat dengan keteraturan dan konsistensi kehidupan keluarganya.
- Remaja freindliness dan spontanity berhubungan erat dengan iklim keluarga yang demokratis.
- Remaja yg bersikap bermusuhan dan memiliki perasaan gelisah atau cemas berkaitan erat dengan keluarga yang otoriter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar