Minggu, 10 Juni 2018

Kecenderungan Perkembangan Kesehatan Mental pada Masyarakat Modern.


Kecenderungan Perkembangan Kesehatan Mental pada Masyarakat Modern.

KONSEP DASAR MASY. MODERN

Masyarakat Modern adalah masyarakat yang memiliki orientasi pada nilai-nilai budaya kekinian yang relatif bebas dengan ciri :

  1. Open to new experience (keterbukaan menerima hal yang baru).
  2. The realism of growth of opinion (memiliki kemampuan membentuk dan menyatakan pendapat).
  3. The readiness for social change (siap menerima perubahan sosial).
  4. The need of information (membutuhkan dan selalu mengikuti perkembangan informasi).
  5. Oriented to wordl future and punctuality (berorientasi ke depan dan pemanfatan waktu) --- Alex Inkels & David Smith.
    Sementara Zakiyah Daradjat memberikan ciri masy. Modern adalah :

  1. Meningkatnya kebutuhan hidup manusia.
  2. Munculnya individualisme dan egoisme.
  3. Persaingan hidup yang ketat.
  4. Keadaan yang tidak stabil
    PROBLEM MASYARAKAT MODERN

  1. Degradasi moral. Ethos kerja tinggi, → sistem kerja tak mengenal batas dan kepuasan → lepas dari hegemoni agama, -- hasil kerja tanpa disikapi dengan rasa syukur, kegagalan kerja disikapi dengan putus asa. Atau Iman  menjadi dangkal, orientasi hidup materialistik dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
  2. Kehampaan Spiritual. Dominasi rasional → sekularisme → kebutuhan rohani terabaikan → hidup gelisah dan resah
  3. Hilangnya makna dan nilai hidup. Karena tekanan berlebihan dalam kehidupan material – kesadaran akan makna hidup menjadi hilang. Sukses = identik sukses kehidupan material, meski spiritualnya gersang. Manusia yang sudah kehilangan makna dan pegangan hidup cenderung melampiaskan kekecewaannya dalam :
    1. Agresifeness, suka menyerang secara kasar dan tidak wajar.
    2. Rasionalisasi, pembenaran diri dan menyalahkan orang lain
    3. Narsism, cinta diri yang ekstrem, merasa superior dan penting
    4. Aautism, menutup diri dan tidak mau berhubungan dengan dunia luar.
  4. Teralinasi/Terasing karena :
    1. Perubahan sosial yang terlalu cepat.
    2. Hubungan manusianyang gersang.
    3. Masyarakat yang berubah dari homogen menjadi heterogen
  5. Neurosis, kecemasan yang tidak logis karena ketidak seimbangan antara kemampuannya dengan perkembangan lingkungannya, tekanan sosial dan kultural yang kuat dan berat, yang tidak mampu dihadapinya.
  6. Psikosis, gangguan mental yang parah, ditandai oleh disintegrasi kepribadian karena ketidak mampuan fungsi intelektualnya.
    KEHIDUPAN MODERN YANG MEMPENGARUHI KES-MEN :

  1. Cultural Lag, ketertinggalan budaya satu dengan lainnya, seperti ketertinggalan budaya akademik dengan budaya material → susut nya disiplin nilai, berkembangnya chaos sosial, disorganisasi sosial.
  2. Proses sekularisasi yang mengandung konotasi liberalisasi yang pada gilirannya memunculkan sistem politik, ekonomi dan filsafat liberal → konflik sosial, perkelaian, rasa takut, cemas, tidak aman, panik, teror dan fitnah dsb.
  3. Disorganisasi sosial dan personal, berkurangnya tata nilai dan aturan tingkah laku sosial pada anggota kelompok/masyarakat → individu atau kelompok sosial menjadi buas, tanpa kendali, tanpa pola susila, semau gue dsb.
  4. Kehidupan Rural-Urban → meningkatnya CBR-CDR, dinamika penduduk yang cepat, densitas penduduk, pengangguran yang tinggi, kesenjangan pendapatan dsb. 
    TERAPINYA  ?

  1. Meditasi, latihan mental untuk menfokuskan kesadaran atau perhatian dengan cara yang non-analisis (Weiten). Bentuknya : Yoga, Zen dan Transcendental (Hindu, Budha dan Tao), sedangkan Islam berbentuk Dzikir dengan teknik “duduk dalam posisi bersila, penuh konsentrasi membaca do’a atau dzikir” sehingga dapat meningkatkan energi, kesehatan, hub. interpersonal, kepuasan, kebahagiaan dan mereduksi ketegangan dan/atau kecemasan yang disebabkan oleh stress”.
  2. Relaksasi, mengendorkan ketegangan fisik dan psikis guna mereduksi masalah fisiologis (gangguan atau penyakit fisik) dan mengatasi kekalutan emosional.
  3. Mengamalkan Ajaran Agama

Kualitas keimanan seseorang dapat diukur dari kualitas ibadahnya. Seseorang yang taat beribadah dan memahami makna substansi ibadahnya, ia akan memiliki kepribadian yg positif sehingga akan mampu mengelola hidup dan kehidupannya secara sehat, bermanfaat dan bermakna. Bentuknya,syukur, tawakkal, qona’ah dsb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar