LAYANAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN
MENTAL SEHAT
TEORI KONSELING
‘TRAIT & FACTOR”
- PROSES KONSELING :
- Analisis. Tahapan kegiatan yang terdiri dari pengumpulan informasi dan data yang dapat dipercaya, tepat dan relevan untuk mendiagnosis pembawaan, minat, motif, kesehatan jasmani dan keseimbangan emosional klien yang memungkinkan dapat mendukung proses konseling. Analisis dapat dilakukan dengan catatan kumulatif, wawancara, otobiografi, catatan anekdot, test psikologi dsb.
- Sintesis. Langkah merangkum dan mengatur data dari hasil analisis sehingga menunjukkan bekat klien, kelemahan dan kekuatannya serta kemampuan penyesuaian dirinya.
- Diagnosis. Upaya untuk menemukan ketepatan dan pola yang dapat mengarahkan pada permasalahan, sebab-sebabnya dan sifat-sifat klien yang relevan dan berpengaruh pada proses penyesuaian diri.Langkah diagnosis :
- Identifikasi masalah yang sifatnya diskriptif dengan menggunakan kategori :
- Kategori Bordin :
- Dependence (ketergantungan)
- Lack of information (kurangnya informasi)
- Self conflict (konflik diri)
- Choice anxiety (kecemasan dlm membuat pilihan)
- Kategori Pepinsky :
- Lack of assurance (kurang dukungan)
- Lack of information (kurang informasi)
- Lack of skill (kurang memiliki keterampilan)
- Dependence (ketergantungan)
- Self conflict (konflik diri)
- Menentukan sebab-sebab, mencakup hubungan masa lalu, masa kini dan masa depan.
- Prognosis, perkiraan-perkiraan logis dan intuitif yang memungkinkan dapat membantu klien untuk mengambil tanggung jawab secara logis meskipun secara emosional belum bisa menerima.
- Konseling, hubungan membantu klien untuk menemukan sumber diri dalam upaya mencapai perkembangan dan penyesuaian optimal. Jenis sifat konselingnya adalah :
- Belajar terpimpin menuju pengertian diri.
- Mendidik sesuai dengan kebutuhan diri untuk mencapai tujuan kepribadiannya dan penyesuaian hidupnya.
- Membantu klien supaya mengerti dan terampil dalam menerapkan prinsip dan teknik yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
- Mendidik klien yang sifatnya katarsis atau penyaluran.
- Tindak Lanjut, bantuan menghadapi masalah baru sehingga menjamin keberhasilan konseling.TEORI KONSELING RATIONAL EMOTIVE
- Teknik-Teknik Terapi.
RET menggunakan berbagai teknik yang
bersifat kognitif, afektif dan behavioral. Teknik-teknik terapi itu adalah :
- Teknik-Teknik Emotif
- Teknik Assertif Training, teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan klien untuk secara kontinyu menyesuaikan diri dengan perilaku tertentu yang diinginkan. Latihan yang diberikan lebih bersifat mendisiplinkan diri.
- Teknik Sosiodrama, teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan melalu suasana yang didramatisasikan sehingga klien dapat secara bebas dapat mengungkapkan dirinya secara lisan, tulisan atau gerakan-gerakan dramatis.
- Teknik Self Modeling, teknik yang digunakan untuk meminta klien agar memberikan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu.
- Teknik Imitasi, teknik yang digunakan dimana klien diminta menirukan secara terus menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan perilakunya yang negatif.
- Teknik-Teknik Behavioristik.Teknik ini digunakan terutama dalam upaya memodifikasi perilaku-perilaku negatif klien dengan mengubah akar keyakinannya yang tidak rasional dan tidak logis. Teknik-teknik tersebut adalah :
- Teknik Reinforcement teknik yg digunakan untuk mendorong klien ke arah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal atau punishment.
- Teknik Social Modeling, teknik yang digunakan untuk memberikan perilaku-perilaku baru pada klien dengan cara imitasi.
- Teknik Live Models, teknik yang digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dalam memecahkan berbagai masalah.
- Teknik-Teknik Kognitif.Teknik ini digunakan untuk mengubah sistem keyakinan yang irasional klien serta perilaku-perilakunya yang negatif. Klien dimodifikasi aspek kognitifnya agar dapat berfikir dengan cara rasional dan logis.Teknik-Teknik Kognitif itu antara lain :
- Home Work Assigments, teknik pemberian tugas rumah untuk melatih, membiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola perilaku yang diharapkan sehingga diharapkan klien dapat menghilangkan ide-ide serta perasaan-perasaan yang irrasional dan tidak logis dalam situasi-situasi tertentu.
- Teknik Assertive, teknik yang digunakan untuk melatih keberanian klien dalam mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan melalui “role playing” (bermain peran), “rehearsal” (latihan) dan “social modeling” (meniru model-model sosial).TEORI KONSELING BEHAVIORAL
- Methode konseling (menurut Krumboltz) dikategorikan dalam :
- Operant learning approach. Hal yang penting dari pendekatan ini adalah penguatan (reinforcement) yang dapat menghasilkan perilaku klien yang dikehendaki. Hal yang harus diperhatikan :
- Penguatan yang diterapkan hendaknya memiliki cukup kemungkinan untuk mendorong klien.
- Penguatan hendaknya dilaksanakan secara sistematik.
- Konselor harus mengetahui kapan dan bagaimana memberikan penguatan.
- Konselor harus dapat merancang perilaku yg memerlukan penguatan.
- Unitative learning approach, atau social modeling approach. Pendekatan ini diterapkan oleh konselor dengan merancang suatu perilaku adaptif yang dapat dijadikan model oleh klien.Model-model perilaku adaptif bisa dalam bentuk rekaman, video, film, pengajaran berprogram, orang atau biografi.
- Cognitive learning approach.Pendekatan ini diterapkan untuk merubah kognitif klien dalam upaya membantu memecahkan masalahnya.
- Emotional learning approach. Pendekatan ini dilakukan dalam rangka pembelajaran emosional individu yang mengalami suatu kecemasan. Pelaksanaannya dilakukan dalam suasana rileks dengan menghadirkan rangsangan yang menimbulkan kecemasan bersama dan menyenangkan sehingga kecemasan individu berkurang dan pada akhirnya dapat dihilangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar